Ledakan supernova dan sumber bahan kimia yang dibawanya



Supernova merupakan ledakan antar bintang yang sangat besar. Ledakan supernova   dapat memancarkan energi lebih banyak daripada nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya semula bintang tersebut.
     Para ilmuan meyakini beberapa unsur kimia seperti  karbon. Helium.oksigen dan beberapa unsur- unsur kimia yang lebih ringan tercipta melalui  energi fusi dari penghancuran proton di dalam bintang.      Untuk beberapa unsur yang lebih berat seperti nikel.kobalt dan tembanga  yang muncul dari iodium dan xenon merupakan  unsir yang cukup melimpah dialam, namun unsur berat ini masih terus dikaji mengenai sumber terbentunya.
 Baru- baru ini seorang ahli yang mengkaji tentang penomena supernova bernama abarzhi melakukan serangkain  percobaan. Mereka mempresentasikan temuan mereka pada awal bulan ini di Boston, dalam pertemuan American Physical Society March, dan juga menerbitkan temuan mereka pada 26 November 2018 dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences
 Menurut abarzhi dan rekannya:


 Ketika sebuah bintang meledak, letusan ini tidak simetris sempurna. Bintang itu sendiri memiliki penyimpangan kerapatan pada saat sebelum ledakan, dan gaya peledakannya juga agak tidak teratur.
Ketidakteraturan itu menghasilkan ultradense: daerah ultrahot di dalam ledakan bintang yang sudah panas. Alih-alih ada riak yang mengguncang seluruh massa, tekanan dan energi supernova menjadi lebih terkonsentrasi di bagian-bagian kecil dari massa yang meledak.
Wilayah-wilayah ini menjadi 'pabrik' bahan kimia yang lebih kuat daripada apa pun yang ada di bintang tersebut. Di sinilah, semua elemen berat di alam semesta berasal.
 Dari penelitian ini membuka  wawasan tentang kemungkinan terbentuknya berbagai senyawa berat yang melimpah di bumi .



Kiamat kecil di Bumi purba (5)
Ilustrasi hantaman benda planetoid pada Bumi sehingga terciptalah Bulan dari materi yang terlempar ke orbit. (Sumber Wikimedia Commons)
Sementara itu, di kasus lain, penelitian terbaru tentang ruang angkasa, mengungkap bahwa sebuah partikel fundamental -- pemberi massa pada semua materi di alam semesta -- suatu hari bisa menyebabkan kehancuran.
Para ahli mengatakan bahwa alam semesta bisa berakhir secara tiba-tiba, ketika ditabrak oleh gelembung energi negatif, yang tercipta karena fenomena Boson Higgs, atau umum disebut sebagai 'partikel Tuhan'.
Kehancuran yang lambat pada alam, terus dipantau melalui Model Standar fisika partikel, yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan blok bangunan dasar materi.
Di bawahnya, sebuah gaya yang disebut energi gelap, sedang mendorong percepatan perluasan alam semesta, yang akan terus berlanjut sampai semuanya memudar ke jurang yang dingin, dan tanpa sifat sama sekali.
Tetapi, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa berakhirnya alam semesta disebabkan oleh sebuah ledakan, bukan rentetan kerusakan, yang diperkirakan terjadi sekitar 10 x 139 tahun.
Kabar buruknya, laporan tersebut menyebut proses di balik hancurnya alam semesta mungkin sudah dimulai, yakni melalui isu teori lubang hitam (black holes).
Para peneliti di Universitas Harvard membuat temuan mengejutkan, dengan mempelajari apa yang sudah diketahui tentang massa partikel, dan bagaimana mereka berinteraksi.
Massa dari Boson Higgs, yang telah diteorikan sejak 1970-an dan ditemukan di Hadron Collider, diyakini menjadi 125 gigaelectronvolts, yakni ukuran energi yang digunakan dalam fisika akselerator partikel.
Namun, berkat pengolahan fisika kuantum -- hukum alam semesta yang menjelaskan interaksi partikel sub-atom -- massa ini mungkin tidak selalu konstan.
Para ahli berteori bahwa massa Boson Higgs saat ini, mungkin akan berubah suatu saat nanti.
Jika ini terjadi pada partikel kuantum, yang memberikan semua materi lain massanya, itu bisa menghancurkan semua proses yang membuat kehidupan di alam semesta kita menjadi mungkin.
Ini bisa menciptakan gelembung energi negatif yang meluas di mana hukum-hukum fisika seperti yang kita tahu, sepenuhnya dilenyapkan.
Gelembung ini akan terus berkembang hingga rkan Alam Semesta

Tag Terkait







Komentar

Posting Komentar